Category Archives: Uncategorized

Manfaat Statistik blog

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi statistik adalah data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi informasi yg berarti mengenai suatu masalah atau gejala. Secara sederhana saya menyimpulkan statistik adalah kumpulan data yang memberi informasi.
Karena itulah Statistik blog bagi saya sangat penting karena disitu saya bisa melihat sejauh mana perkembangan pengunjung di blog saya. Secara kebetulan, wordpress menyediakannya sehingga saya tidak perlu repot-repot mencari di tempat lain.

Statistik Blog

..:Yang ada di Statistik WordPress antara lain adalah :..
Referrers: pengunjung yang datang dengan mengklik link di suatu blog atau situs yang menuju ke blog saya pada hari ini atau kemarin.
Clicks: link keluar yang diklik pengunjung blog saya.
Top posts & pages: postingan atau halaman yang paling banyak dilihat
Search engine terms: kata kunci atau query yang diketikkan seseorang di mesin pencari (misalnya Google) sehingga orang tersebut menemukan atau datang ke blog saya
Blog stats summary tables : tabel ringkasan yang terdiri dari total views, jumlah posts, views today, categories, busiest day, tags, dan spam comments.
Views: postingan yang dilihat oleh pengunjung. Ini dikelompokkan dalam bulanan, mingguan, dan harian.

Dari kegemaran mengamati statistik blog ini, saya bisa mengevaluasi aktivitas yang sudah saya lakukan terhadap blog ini, terlebih lagi blog ini masih seumur jagung, masih baru jadi butuh banyak sekali modifikasi-modifikasi yang harus dilakukan. maka dari itu saya mohon maaf jika sering terjadi perubahan
semoga bermanfaat

Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar

Pengajaran Bahasa Inggris di Sekolah Dasar
Kalau kita berbicara tentang pengajaran, orang mau tak mau harus mengarahkan perhatian pada 4 hal utama yaitu i) tujuan yang hendak dicapai, ii) strategi belajar mengajar, iii) buku ajar, dan iv) kompetensi profesional untuk berwe-wenang mengajarkannya. (Nababa, 1993: 181).
Perlu disadari bahwa Lembaga Pendidikan Tenaga Kepen-didikan (LPTK) yang bertang-gung jawab atas pendidikan tenaga-tenaga kependidik-an, tidak mempunyai program pendidikan tanpa tenaga kependidikan yang memiliki kewenangan mengajar-kan bahasa Inggris di Sekolah Dasar. Sebelum adanya Kurikulum Kependi-dikan yang berlaku secara Nasional tahun 1994, LPTK diarahkan untuk menghasilkan tenaga pengajar untuk SMA.
Jangankan untuk Sekolah Dasar, untuk Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK dan SLTP pun LPTK tidak siap. Ini berarti bahwa penyelenggaraan pengajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar tidak ditangani oleh guru yang memang kompetenasi mengajar bahasa Inggris untuk SD. Ini berarti bahwa pengajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar diselenggarakan secara coba-coba belaka. Padahal apapun juga yang diajarkan di SD sebagai lembaga pendidikan dasar yang paling awal, mempunyai pengaruh yang besar terhadap pengajaran di jenjang pendi-dikan yang lebih tinggi. Kuat lemahnya dasar yang berhasil diletakkan di Sekolah Dasar akan menentukan perkembangan selanjut-nya.
Alexei A. Leontiev dalam bukunya Psychology and the Language Learning Process (1989) mengemu-kakan mengenai belajar bahasa pada masa kanak-kanak bahwa “Language learning in an early age of a child (6 – 12 years old) has a deceptive effect. His language development will be greatly affected by his experience in learning the language. When he has undergone the right track of learning his language acquisition will develop smoothly (Leontiev, 1989 : 211).
Pendapat Leontiev ini memberi peringatan bahwa pengajaran bahasa, khususnya suatu bahasa asing, harus, harus dijalani sesuai dengan tuntutan pembelajaran anak. Dan untuk dapat berbuat demikian, diperlukan seorang guru yang benar-benar kompeten untuk itu.
Karena pengajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar masih belum merupakan kegiatan kurikuler nasional, maka buku ajarpun tidak tersedia. Guru harus menggunakan bahan ajar darurat yang kesesuaian dan kemanfaatannuya tidak bisa dipastikan.
Dan dengan tidak tersedianya guru bahasa Inggris di SD, strategi belajar-mengajar yang benar dan sesuai dengan kebutuhan pem-belajaran siswa juga tidak bisa di kembangkan.
Kesimpulannya hanya satu: hasil belajar bahasa Inggris di Sekolah Dasar tidak bisa dinilai, karena tidak tidak bisa ditentukan tujuan yang hendak dicapai.
Jikalau pandangan Leontiev dijadikan pegangan, maka dapat diprediksi bahwa pengajaran bahasa Inggris di SLTP dan di SMU juga tidak mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Dan yang lebih buruk, kesalahan belajar di SD akan dibawa serta di SLTP dan SMU dan selanjutnya. Selain dari itu gairah siswa untuk belajar bahasa Inggris tidak atau akan sukar di kembangkan karena mereka mempunyai pengala-man yang tidak menyenangkan mempelajari bahasa itu di Sekolah Dasar.

Tukeran Link

jika sobat ingin tukeran link dengan aku silakahn copy paste dibawah ini